|
Masih ingat zine yang berasal dari medan ini? yap BRONTAK zine, sudah lama sekali saya tidak mendapatkan zine ini versi cetaknya di Pontianak...saya akhirnya bisa mengkontak pembuatnya yaitu Roy Romero untuk di interview....inilah BRONTAK zine...selamat membaca...!!!
- Hi Royromero apa kabar? sekarang lagi sibuk apa aja? Hail bro... good news. Saya lagi sibuk mendesain beberapa web sebagai pekerjaan reguler dan juga memaintance band dan zine.
- Bisa Ceritakan bagaimana mulanya Brontakzine bisa muncul discene UG dan kapan pertama kalinya terbit!? Muncul sekitar akhir tahun 1998 dari scene hardcore / punk di Medan dan dari satu komunitas tersebut, kami saling berbagi tentang apa yang kami ketahui dan ingin menyebarkannya ke banyak orang terutama tentang band-band teman dan beberapa pemahaman tentang apa itu 'punk' dan juga pergerakannya.
- oiya, apakah Brontakzine masih terbit dalam format cetak/fotocopy,lalu sudah sampai edisi keberapa? lalu bagimana dengan website Brontakzine, apakah Brontakzine kini menjadi webzine? Sampai saat ini Brontak Zine masih beredar dengan versi XeroX atau fotocopian dalam bentuk fanzine meski dengan jumlah edar di bawah seratus copies, tapi saya senang melakukannya. Secara perlahan nantinya mulai di edisi #13 yang rencananya beredar di bulan Februari atau Maret nanti, Brontak Zine mulai didistribusi dengan menggunakan cover full colour dan isi yang tetap fotocopian dan juga sebagai bonus di dalam zine tersebut nantinya ada kompilasi underground music dalam bentuk CDR. Semoga ke depannya zine tersebut dapat berubah menjadi satu magazine. Di tahun 2000saya mulai menjalankan Brontak Zine juga dalam bentuk web yang saat ini masih menggunakan URL gratisan seperti geocities dan lain sebagainya, namun di tahun 2003 Brontak Zine memiliki URL berbasi dot com dengan alamat www.brontakzine.com dan sampai sekarang situs tersebut masih tetap eksis dan menjadi salah satu site yang cukup diakui dari beberapa band besar metal karena reviewnya yang cukup objektif.
- Bagaimana komentar kamu dengan semakin sedikitnya minat membaca zine dikalangan UG dan bagaimana dengan respon scene dikota kamu terhadap adanya zine? benar, budaya membaca memang sangat sulit sekali di tempat saya tinggal, dan mereka menganggap zine seakan sebuah sampah dengan informasi yang dianggap sebagai asal-asalan. Mereka lebih menyenangi majalah-majalah mainstream yang menjadi patokan mereka. Tidak jarang info dari majalah mainstream tersebut menjadi patokan mereka tentang apa itu punk dan lain sebagainya. Namun tentu kami tidak menyerah, setiap orang bebas untuk memilih apakah ingin membaca Brontak Zine atau fanzine lainnya atau tidak dan meskipun mereka banyak yang lebih memilih majalah mainstream tentu kami juga tidak ingin mati.
- Kita menyimpang sedikit pertanyaannya oke, bagaimana aktifitas kamu bersama EMOSI BANGSA dan bisa diceritakan sedikit tentang band ini!? EMOSI BANGSA adalah satu band dengan ideologi hardcore dan pengaruh musik metal. Band ini berasal dari scene Medan, Indonesia dan untuk membentuk serta menjalanakan band ini tidaklah gampang di tengah derasnya arus pop dan musik trendi. Saya ingin agar band ini tidak pernah mati dengan beberapa prestasi serta publitas nama yang telah kami miliki. Terlalu banyak rumor buruk yang beredar tapi itu bukan menjadi satu bahan emikiran untuk menghentikan band ini atau menyerah namun juga pujian terus berdatangan bagi mereka yang telah mendengar musik EB. Dan di tahun 2006 ini saya sangat berterima kasih kepada semua yang telah menempatkan Emosi Bangsa sebagai salah satu band terbaik indipenden dari Indonesia termasuk dari zine dan magazine luar negri
- Lalu bagaimana kamu membagi waktu dengan Brontakzine, EmosiBangsa dan ebagai penyiar radio juga kalo ngga salah kamu adalah webmaster ya, > bisa dijelaskan?! ========> Ada cukup banyak pekerjaan yang memang mesti saya lakukan. Jujur saja, saya juga menjalankan Brontak Zine (www.brontakzine.com), Emosi Bangsa sebagai satu band hardcore (www.myspace.com/emosibangsa) serta satu label hardcore (Stolen Day Records) di luar itu saya memiliki beberapa pekerjaan reguler sebagai music director dan terkadang juga ikut siaran di radio, musik editor dan juga layout untuk cover beberapa album teman, grafis designer untuk satu korporasi, webdesigner dan juga webmaster, video editor dan masih ditambah terkadang juga memberi pelajaran kepada mahasiswa (sebagai dosen) untuk mata kuliah multimedia, grafis/webdesigner) dan sekarang bertambah untuk semakin serius mengurus satu komunitas suporter sepak bola besar di Indonesia, Kampak FC yang mendukung PSMS Medan.
> > - Okray kita balik lagi keBrontakzine nih, bagi kamu selama ini apa saja pengalaman yang paling buruk selama kamu mengerjakan suatu zine? ======> Pengalaman terburuk adalah ketika kita memberi review yang objektif dengan mengatakan kalau hasil rekaman atau album yang kita review adalah buruk, tidak jarang anggota band ataupun fans mereka memberi terror dan tidak menerima apalagi kalau yang kita review berasal dari kota yang sama.
> > - Apakah finansial adalah suatu hal yang menghambat didalam membuat zine> dan bagaimana kiat untuk mengatasinya? =========> Finansial memang mutlah diperlukan tapi beruntung ada beberapa pihak yang mau membantu. Ada juga sponsoran yang senang dengan cara kerja di brontak zine. Padahal sama sekali dari beredarnya produk-produk Brontak Zine keuntungan secara finansial hampir-hampir tidak ada, tapi satu kepuasan tersendiri dimana saya tidak menyangkan kalau saya pernah bertemu dengan tiga orang gadis yang masih SMU membaca brontak zine di dalam angkot, padahal editornya ada di depan mereka. Pengalaman yang sulit digambarkan. Untuk mengatasi pengeluarannya ataupun modal, saya juga bekerja untuk mencari uang dan memenuhi kebutuhan hidup, keluarga serta kuliah.
> > - Apa saja yang harus disiapkan sebelum membuat zine? dan menurut kamu > tipe zine yang baik bagaimana sih? ========> Saya tidak begitu mengerti tentang maksud tipe zine yang baik, tapi semakin informatif dengan tata bahasa yang baik tanpa harus membahas sebuah band yang lagi in' dan di luar jalur trendi, itu cukup baik. Hal yang paling mendasar adalah niat, keberanian dan tentu saja uang.
> > - Pada edisi cetak terdahulu Brontakzine khan format Photokopian, lalu > bagaimana komentar kamu bila Brontakzine dipotokopi oleh orang lain? dan > bagaimana dengan anti-copyright, apa kamu setuju? =====> Saya malah rajin mengirimi Brontak Zine dalam format master baik CD ataupun foto copian agar dapat dipotokopi kembali. Saya sama sekali tidak percaya pada apa yang namanya copyright tapi saya juga tidak mentuhankan anti-copyright (copyleft) tapi kamu dapat periksa bahwa sampai sekarang seluruh produk brontak zine sampai ke web tidak ada tulisan copyright atau hak cipta dilindungi undang-undang. that's a bullshit. Membajak pun sebuah hal yang indah dan kreatif. Sangat senang ketika saya bertemu dengan orang yang membajak kaset brontak zine dan mereka dapat hidup. Sangat senang menemukan album Emosi Bangsa dibajak dalam bentuk CD dan dijual berdampingan dengan band-band mainstream tersebut.
> > - Oke deh, terima kasih buat Royromero dan Brontakzine, ada yang ingin > kamu sampaikan kepada para pembaca, atau kamu ingin memberitahu > bagaimana caranya dan harus kemana agar teman-teman bisa membaca > Brontakzine...??!!
Thanks bro.... and never give up!!! Supporting u.... and respect.
Roy Romero (Brontak Zine / Emosi Bangsa / Stolen Day Records) http://www.brontakzine.com/ 081362110666
|